Pengalaman Pertama Memasuki Perkuliahan di Institut Ilmu Kesehatan Bhakti Wiyata Kediri
Halo teman-teman, perkenalkan nama saya Fika Ayu Maeleni, mahasiswa Program Studi S1 Gizi di Institut Ilmu Kesehatan Bhakti Wiyata Kediri dengan NIM 10727020. Kali ini, saya ingin berbagi cerita tentang pengalaman pertama saya memasuki dunia perkuliahan, terutama di mata kuliah Teknologi Informasi dan Komunikasi (TIK).https://iik.ac.idHari pertama masuk kuliah tentu menjadi momen yang sangat mendebarkan. Rasa antusias dan cemas bercampur menjadi satu. Institut Ilmu Kesehatan Bhakti Wiyata Kediri bukanlah tempat yang asing bagi saya, karena saya sudah sering mendengar reputasi kampus ini sebagai salah satu universitas kesehatan terbaik di Kediri. Namun, ketika benar-benar menjadi bagian dari kampus ini, perasaan bangga sekaligus gugup mulai muncul.
Berkenalan dengan Mata Kuliah Teknologi Informasi dan Komunikasi (TIK)
Sebagai mahasiswa gizi, saya tidak menyangka akan belajar mata kuliah Teknologi Informasi dan Komunikasi (TIK). Awalnya saya berpikir, apa hubungannya TIK dengan gizi? Namun, setelah mendalami mata kuliah ini, saya menyadari betapa pentingnya pemahaman teknologi di era digital saat ini, terutama dalam bidang kesehatan.Mata kuliah TIK memberikan saya wawasan tentang cara memanfaatkan teknologi untuk mendukung penelitian dan pengolahan data gizi. Misalnya, kami diajari cara menggunakan berbagai aplikasi dan software yang dapat membantu dalam analisis gizi, seperti penghitungan kalori, manajemen data kesehatan, hingga penyusunan laporan yang lebih profesional.
Dosen yang mengajar mata kuliah ini juga sangat ramah dan sabar dalam menjelaskan setiap materi. Di awal perkuliahan, kami belajar tentang dasar-dasar teknologi informasi, mulai dari pengenalan perangkat keras hingga perangkat lunak. Meskipun beberapa istilah teknis baru bagi saya, dosen berhasil menyampaikan materi dengan cara yang mudah dipahami.
Tantangan dan Pembelajaran
Salah satu tantangan yang saya hadapi di awal perkuliahan adalah menyesuaikan diri dengan sistem pembelajaran yang lebih mandiri dibandingkan dengan SMA. Jika di sekolah guru lebih banyak memberikan arahan, di perkuliahan saya dituntut untuk lebih aktif dalam mencari informasi dan memecahkan masalah secara mandiri. Ini tentu menjadi pengalaman baru yang sangat berharga.Harapan ke Depan
Memasuki dunia perkuliahan di InstitutIlmu Kesehatan Bhakti Wiyata Kediri adalah langkah besar dalam perjalanan akademik saya. Saya berharap dapat terus belajar dan berkembang, tidak hanya dalam bidang gizi, tetapi juga dalam memahami bagaimana teknologi dapat menjadi alat yang efektif untuk mendukung profesi saya sebagai ahli gizi di masa depan.Terima kasih sudah membaca cerita saya. Sampai jumpa di cerita-cerita selanjutnya😉!
---