Rabu, 09 Oktober 2024

Langkah Awal Menuju Dunia Gizi: Pengalaman Pertama di Kampus Bhakti Wiyata Kediri

Pengalaman Pertama Memasuki Perkuliahan di Institut Ilmu Kesehatan Bhakti Wiyata Kediri

    Halo teman-teman, perkenalkan nama saya Fika Ayu Maeleni, mahasiswa Program Studi S1 Gizi di Institut Ilmu Kesehatan Bhakti Wiyata Kediri dengan NIM 10727020. Kali ini, saya ingin berbagi cerita tentang pengalaman pertama saya memasuki dunia perkuliahan, terutama di mata kuliah Teknologi Informasi dan Komunikasi (TIK).https://iik.ac.id
    Hari pertama masuk kuliah tentu menjadi momen yang sangat mendebarkan. Rasa antusias dan cemas bercampur menjadi satu. Institut Ilmu Kesehatan Bhakti Wiyata Kediri bukanlah tempat yang asing bagi saya, karena saya sudah sering mendengar reputasi kampus ini sebagai salah satu universitas kesehatan terbaik di Kediri. Namun, ketika benar-benar menjadi bagian dari kampus ini, perasaan bangga sekaligus gugup mulai muncul. 
    Memasuki gerbang kampus untuk pertama kali, saya langsung merasa kagum dengan fasilitas dan lingkungan kampus yang sangat mendukung kegiatan belajar mengajar. Suasana hijau dan asri di sekitar kampus memberikan rasa nyaman dan menyenangkan untuk mahasiswa yang ingin fokus belajar.

Berkenalan dengan Mata Kuliah Teknologi Informasi dan Komunikasi (TIK)

    Sebagai mahasiswa gizi, saya tidak menyangka akan belajar mata kuliah Teknologi Informasi dan Komunikasi (TIK). Awalnya saya berpikir, apa hubungannya TIK dengan gizi? Namun, setelah mendalami mata kuliah ini, saya menyadari betapa pentingnya pemahaman teknologi di era digital saat ini, terutama dalam bidang kesehatan.   
    Mata kuliah TIK memberikan saya wawasan tentang cara memanfaatkan teknologi untuk mendukung penelitian dan pengolahan data gizi. Misalnya, kami diajari cara menggunakan berbagai aplikasi dan software yang dapat membantu dalam analisis gizi, seperti penghitungan kalori, manajemen data kesehatan, hingga penyusunan laporan yang lebih profesional. 
     Dosen yang mengajar mata kuliah ini juga sangat ramah dan sabar dalam menjelaskan setiap materi. Di awal perkuliahan, kami belajar tentang dasar-dasar teknologi informasi, mulai dari pengenalan perangkat keras hingga perangkat lunak. Meskipun beberapa istilah teknis baru bagi saya, dosen berhasil menyampaikan materi dengan cara yang mudah dipahami.

 Tantangan dan Pembelajaran

    Salah satu tantangan yang saya hadapi di awal perkuliahan adalah menyesuaikan diri dengan sistem pembelajaran yang lebih mandiri dibandingkan dengan SMA. Jika di sekolah guru lebih banyak memberikan arahan, di perkuliahan saya dituntut untuk lebih aktif dalam mencari informasi dan memecahkan masalah secara mandiri. Ini tentu menjadi pengalaman baru yang sangat berharga.
    Selain itu, tantangan lain yang saya hadapi adalah adaptasi dengan teknologi baru. Sebagai seseorang yang tidak terlalu ahli dalam bidang IT, saya harus belajar banyak hal baru, seperti cara membuat presentasi yang lebih menarik, mengelola data dalam spreadsheet, hingga memahami pentingnya keamanan data.
    Namun, semua tantangan tersebut memberikan pembelajaran yang luar biasa. Saya jadi lebih terbiasa menggunakan teknologi dalam kehidupan sehari-hari, terutama dalam mendukung studi saya di bidang gizi.

Harapan ke Depan

    Memasuki dunia perkuliahan di InstitutIlmu Kesehatan Bhakti Wiyata Kediri adalah langkah besar dalam perjalanan akademik saya. Saya berharap dapat terus belajar dan berkembang, tidak hanya dalam bidang gizi, tetapi juga dalam memahami bagaimana teknologi dapat menjadi alat yang efektif untuk mendukung profesi saya sebagai ahli gizi di masa depan.
    Saya juga berharap, melalui mata kuliah TIK ini, saya dapat lebih siap menghadapi tantangan di era digital, di mana teknologi memainkan peran penting dalam berbagai aspek kehidupan, termasuk kesehatan. Semoga pengalaman ini menjadi bekal yang berguna dalam perjalanan saya menuju kesuksesan.

Terima kasih sudah membaca cerita saya. Sampai jumpa di cerita-cerita selanjutnya😉!
---


Minggu, 28 November 2021

ESAI: INDONESIAN HERO’S MOVIE PRODUCTION DAN PERANANNYA DALAM MEMBANGUN JIWA LEADERSHIP PADA SISWA

 INDONESIAN HERO’S MOVIE PRODUCTION DAN PERANANNYA DALAM MEMBANGUN JIWA LEADERSHIP PADA SISWA
Oleh: Dhifah Amaliyah

    John Gage Allee mengungkapkan bahwa pemimpin itu ialah pemandu, penunjuk, penuntun, dan komandan. Menurut Herujito (2009: 188) gaya kepemimpinan bukan bakat, oleh karena itu gaya kepemimpinan dipelajari dan dipraktekkan dalam penerapannya harus sesuai dengan situasi yang dihadapi. Sepertinya minat generasi muda terhadap Pramuka semakin berkurang. Karena semakin sedikitnya orang yang meminati gerakan pramuka, maka generasi muda tersebut ikut ikutan pula tidak meminati pramuka. Daya tarik Pramuka sekarang sudah jauh melemah (www.indonesiadigitallearning.com). Hal ini kemudian menjadi latar belakang diadakannya kegiatan produksi film pendek yang bertemakan kepahlawanan sebagai upaya mengembangkan jiwa kepemimpinan pada siswa SMA DR. Musta'in Romly. Pembuatan film (dalam konteks akademis sering disebut produksi film) adalah proses pembuatan suatu film, mulai dari cerita, ide, atau komisi awal, melalui penulisan naskah, perekaman, penyuntingan, pengarahan dan pemutaran produk akhir di hadapan penonton yang akan menghasilkan sebuah program televisi (www.wikipedia.org).

    Salah satu upaya untuk mengembangkan "The soul of a leader" siswa melalui film pendek. Hasil penelitian membuktikan kekuatan film dalam merubah sikap siswa. Media film selain menyajikan informasi dapat mempengaruhi sikap, siswa akan termotivasi kearah yang lebih baik secara bertahap (Arsyad, 2009). Wina Sanjaya (2014: 72) mennyatakan bahwa film dapat meningkatkan minat belajar siswa, film dapat diasosiasikan sebagai penarik perhatian dan membuat siswa tetap terjaga dan memperhatikan. Tidak hanya itu saja pesan yang disampaikan dalam film dapat diterima dengan lebih baik dan mudah melalui pengalaman secara langsung dalam mengerjakan produksi film pendek itu sendiri.

    Sehingga siswa dapat berkontribusi penuh terhadap proses produksi film pendek, mulai dari menulis skenario, menjadi sutradara, produser, aktor, perekam suara, pengarah artistic, sinematografer, penyunting gambar dan masih banyak lagi peran lainnya. Pembuatan film dapat dijadikan pengalaman belajar melalui proses perbuatan atau mengalami sendiri apa yang dipelajari, serta melakukan proses pengamatan. Secara tidak langsung, melalui struktur dan peran yang terdapat pada produksi film pendek, siswa dilatih untuk dapat menyelesaikan suatu pekerjaan dengan penuh tanggung jawab, amanah dalam mengemban tugas, cepat dan tepat dalam mengambil suatu keputusan, dapat diandalkan, disiplin, cerdas, percayara diri, serta aktif, kreatif dan inovatif layaknya seorang pemimpin.

Foto 1. Proses pembuatan film pendek di SMA DR. Musta’in Romly

    Salah satu siswa kelas XII yang berperan sebagai sutradara, Finurika Rohmati menuturkan: "Pengembangan jiwa kepemimpinan melalui produksi film dinilai sangat ampuh, banyak siswa yang tertarik untuk mengikuti kegiatan tersebut. Dari kegiatan produksi film, siswa belajar mengkoordinir antara satu sama lain'' (Wawancara : 06 Oktober 2020). Keberhasilan pembuatan film dalam mengembangkan jiwa kepemimpinan ialah keterlibatan siswa secara langsung, sehingga film pendek tersebut akan membuat tindakan dan cara fikir siswa saling terhubung. Muhibbin Syah menulis dalam bukunya yang berjudul Psikologi Pendidikan, menerangkan bahwa Karakter itu dibangun dari apa yang diketahui, dipahami, dan dibiasakan. 

    Seseorang yang mempunyai sikap kepemimpinan, mereka akan bertanggung jawab terhadap perannya masing-masing, mereka tidak akan menganggap itu menjadi suatu beban melainkan suatu amanah sehingga peran tersebut dilaksanakan dengan penuh kesadaran diri tanpa mengeluh, karena mereka menganggap kegiatan itu juga akan memberikan manfaat bagi individu maupun kelompok, berbeda dengan seseorang yang tidak mempunyai jiwa kepemimpinan yang baik, mereka akan suka menyalahkan orang lain, mempunyai pribadi penuntut dan sering lari dari tanggung jawabnya.

   Oleh sebab itu, melalui kegiatan produksi film pendek diharapkan mampu mengembangkan “The soul of leader” pada siswa. Karena karakter-karakter tersebut harus terus dipelajari dan dibiasakan, dimana pembelajaran tidak hanya terbatas dari apa yang disampaikan oleh guru di kelas, lebih dari itu, beslajar dapat dilakukan dimanapun dan kapanpun.

 


Jumat, 01 Oktober 2021

AUTOBIOGRAFI_Dhifah Amaliyah

 Autobiografi Dhifah Amaliyah

    Namaku Dhifah Amaliyah, lahir di Lamongan, Jawa Timur, tepatnya pada tanggal 09 Maret 2003. Kini berusia 17 tahun. Seorang anak dari buruh tani yang mempunyai cita-cita setinggi langit. Mengenyam bangku Pendidikan MI dan MTs di desa saya sendiri, yaitu MI Miftahul Huda dan MTs. Al-Ihsan, kemudian melanjutkan Pendidikan di SMA Dr. Musta’in Romly. Lulus tahun 2021 dan berhasil meraih prediket wisudawan terbaik kategori jurusan IPS. Kemudian meneruskan perjalanan di Universitas Negeri Semarang. Adapun pencapian saya selama SMA adalah, Juara III Cerdas Cermat Pramuka Jawa Timur, Juara II Pidato Bahasa Inggris Se-Karasidenan, Juara III Film Pendek Jawa Timur dan Juara Harapan II Esai Nasional di UISI.

    Gagal sepuluh kali masuk perguruan tinggi sebelum pada akhirnya diterima di Unnes. Bangkit berulang kali bersama doa dan harapan orang tua agar bisa masuk universitas negeri. Sehingga menemukan diri saya sebagai sosok yang bergairah dalam menjalani hidup, semangat dan senantiasa tak kenal putus asa atau pantang menyerah. Namun, juga mendapati diri saya, masih terdapat secuil ketakutan dan keraguan untuk menapaki kehidupan yang menantang ini, takut gagal, ragu untuk berani berbeda.

    Ingin memaknai dan memanfaatkan kehidupan tidak hanya dihabiskan untuk makan, minum, tidur, jalan-jalan. Lebih dari itu, dalam sisa hidupku, ingin menjadi sosok yang bisa bermanfaat bagi agama, nusa dan bangsa. Mengabdikan diri pada Tuhan dan manusia. Karena memang inilah sebuah kewajiban sebagai manusia. Dan memikirkan kehidupan setelah kematian, sehingga membuat saya benar-benar ingin menjadi manusia yang bermanfaat dengan cara menjadi atau melalui profesi sebagai GURU atau DOSEN di luar negeri, sembari memperjuangkan dan menyebarluaskan agama Islam ke penjuru dunia. Hal-hal yang membuat saya yakin bisa mencapai mimpi tersebut, saya adalah mahasiswi program Pendidikan, tepatnya Pendidikan Akuntansi. Kedua, potensi pendukung atau support dari lingkungan untuk menjadi seorang guru atau dosen, sehingga ini modal kekuatan untuk lebih bersemangat dalam menggapai mimpi tersebut. Kemudian, faktor dalam diri saya sendiri, motivasi-motivasi, semangat, pantang menyerah merupakan potensi yang utama menjadi guru, dimana faktor ini sangat dibutuhkan terkait pengajaran kepada masyarakat. Terus mengasah dan mengupgrade skill dan kemampuan saya, melalui organisasi-organisasi yang ada di kampus, yang sesuai dengan minat dan bakat saya, yang dirasa sejalan dengan karakter diri saya. Selain itu, memanfaatkan waktu luang dengan mengajar Al-Qur’an kepada anak-anak di musholla termasuk salah satu langkah untuk bisa memaksimalkan potensi diri sendiri. Aktif dalam bidang akademik maupun non akademik.

    Hal-hal yang membuat saya Bahagia, dimulai dari hal terkecil, ketika saya mulai merasa bahwa saya mampu menyelesaikan pekerjaan-pekerjaan maupun permasalahan-permasalahan yang berat, yang mungkin orang-orang bahkan menyerah ketika di posisi saya, hal terebut adalah kebahagiaan dan sebuah kesyukuran. Selain itu, Bahagia adalah ketika saya bisa ibadah dengan khusyuk dan rajin, bisa berbuat baik. Juga ketika saya bisa membahagiakan keluarga maupun orang lain, bisa berbagi sesuatu kepada orang lain adalah sebuah kebahagiaan tersendiri.

    Menjumpai Dhifah Amaliyah sebagai sosok yang berani berbeda, antusias, pemberani, tidak takut gagal. Menanamkan di jiwa sebuah motivasi “IMPIAN WAJIB DIBELA MATI-MATIAN, MESKI HIDUP DIGELUNG NESTAPA TAK BERKESUDAHAN”-Difa 2019.


Kamis, 11 Juli 2019

Puisi untuk Baginda Nabi

Ya Rasulullah
Karya : Amaliyah

Manusia mulia dan teragung yang Allah ciptakan
Bagaimana mungkin aku tak mencintaiMu
Rasa cinta terlalu indah untuk diutarakan
Sedang Aku terlalu buruk untuk Kau pandang 
Akhlakku yang tak pernah pantas
Sudikah Kau memberikan syafaatmu nanti Ya Rasulullah 
Kepada diri yang hina ini
Rintihan tangis menggelora
Menenggelamkan diri ini 
Sosok-sosok hina sedang berharap 
Hanya Engkaulah dambaan kami 
Sedang kemana lagi kami meminta syaafaat kecuali kepada Engkau
Maafkan lah diri ini Ya Rasul
Yang terlalu sibuk mencari idola dunia yang tak akan berguna bagi diri ini
Hanya Kaulah idola yang tepat bagi kami Ya Rasulullah
Idola sepanjang masa 
Tak ada yang lebih tepat untuk disampaikan 
Kecuali terima kasih
Sebab adaMu adaku juga
Semoga Kau akan mengakui kami sebagai umatmu nanti Ya Rasulullah🌹
Tiada yang lebih membahagiakan kecuali daripada itu
Pengakuan,
Dan perjumpaan
Hal-hal indah yang begitu didambakan
Maafkan si hina ini 
Meminta perlindungan 
Namun, Aklaq kami memalukan
Duuhhh Ya Rasul
Semoga benar 
Di Surga adalah tempat melampiaskan rindu si hina ini.🌹